MOTIF BATIK JOGJA

Motif Batik Yogya

 

BATIK CUWIRI [Batik Tulis]

Zat Warna      : Soga Alam

Kegunaan       : Sebagai “Semek’an” dan Kemben. Dipakai saat upacara “mitoni”

Unsur Motif    : Meru, Gurda

Filosofi            : Cuwiri artinya kecil-kecil, Diharapkan pemakainya terlihat pantas dan  dihormati.

 baca lagi ya…

 

BATIK SIDO MUKTI [Batik Tulis]

Zat Warna      : Soga Alam

Kegunaan       : Sebagai kain dalam upacara perkawinan

Unsur Motif    : Gurda

Filosofi            : Diharapkan selalu dalam kecukupan dan kebahagiaan.

Motif Sido-Mukti biasanya dipakai oleh pengantin pria dan wanita pada acara perkawinan, dinamakan juga sebagai Sawitan (sepasang).

Sido berarti terus menerus atau menjadi dan mukti berarti hidup dalam berkecukupan dan kebahagiaan. jadi dapat disimpulkan motif ini melambangka harapan akan masa depan yang baik, penuh kebahagiaan unuk kedua mempelai.

BATIK KAWUNG [Batik Tulis]

Zat Warna      : Naphtol

Kegunaan       : Sebagai Kain Panjang

Unsur Motif    : Geometris

Filosofi            : Biasa dipakai raja dan keluarganya sebagai lambang keperkasaan dan keadilan

BATIK PAMILUTO [Batik Tulis]

Zat Warna      : Soga Alam

Kegunaan       : Sebagai kain panjang saat pertunangan

Unsur Motif    : Parang, Ceplok, Truntum dan lainnya

Filosofi            : Pamiluto berasal dari kata “pulut”, berarti perekat, dalam bahasa Jawa bisa artinya kepilut [tertarik].

BATIK PARANG KUSUMO [Batik Tulis]

Zat Warna      : Naphtol

Kegunaan       : Sebagai kain saat tukar cincin

Unsur Motif    : Parang, Mlinjon

Ciri Khas        : Kerokan

Filosofi            : Kusumo artinya bunga yang mekar, diharapkan pemakainya terlihat indah

BATIK CEPLOK KASATRIAN [Batik Tulis]

Zat Warna      : Soga Alam

Kegunaan       : Sebagai kain saat kirab pengantin

Unsur Motif    : Parang, Gurda, Meru

Ciri Khas        : Kerokan

Filosofi            : Dipakai golongan menengah kebawah, agar terlihat gagah

BATIK NITIK KARAWITAN [Batik Tulis]

Zat Warna      : Soga Alam

Kegunaan       : Sebagai kain panjang

Ciri Khas        : Kerokan

Unsur Motif    : Ceplok

Filosofi            : Pemakainya orang yang bijaksana

BATIK TRUNTUM [Batik Tulis]

Zat Warna      : Soga Alam

Kegunaan       : Dipakai saat pernikahan

Ciri Khas        : Kerokan

Filosofi            : Truntum artinya menuntun, diharapkan orang tua bisa menuntun calon pengantin.

Boleh dibilang motif truntum merupakan simbol dari cinta yang bersemi kembali. Menurut kisahnya, motif ini diciptakan oleh seorang Ratu Keraton Yogyakarta.

Sang Ratu yang selama ini dicintai dan dimanja oleh Raja, merasa dilupakan oleh Raja yang telah mempunyai kekasih baru. Untuk mengisi waktu dan menghilangkan kesedihan, Ratu pun mulai membatik. Secara tidak sadar ratu membuat motif berbentukbintang-bintang di langit yang kelam, yang selama ini menemaninya dalam kesendirian. Ketekunan Ratu dalam membatik menarik perhatian Raja yang kemudian mulai mendekati Ratu untuk melihat pembatikannya. Sejak itu Raja selalu memantau perkembangan pembatikan Sang Ratu, sedikit demi sedikit kasih sayang Raja terhadap Ratu tumbuh kembali. Berkat motif ini cinta raja bersemi kembali atau tum-tum kembali, sehingga motif ini diberi nama Truntum, sebagai lambang cinta Raja yang bersemi kembali

BATIK CIPTONING [Batik Tulis]

Zat Warna      : Soga Alam

Kegunaan       : Sebagai kain panjang

Unsur Motif    : Parang, Wayang

Ciri Khas        : Kerokan

Filosofi            : Diharapkan pemakainya menjadi orang bijak, mampu memberi petunjuk jalan yang benar

BATIK TAMBAL [Batik Tulis]

Zat Warna      : Soga Alam

Kegunaan       : Sebagai Kain Panjang

Unsur Motif    : Ceplok, Parang, Meru dll

Ciri Khas        : Kerokan

Filosofi            : Ada kepercayaan bila orang sakit menggunakan kain ini sebagai selimut, sakitnya cepat sembuh, karena tambal artinya menambah semangat baru

BATIK SLOBOG [Batik Tulis]

Zat Warna      : Naphtol

Kegunaan       : Sebagai kain panjang

Unsur Motif    : Ceplok

Ciri Khas        : Kerokan

Filosofi            : Slobog bisa juga “lobok” atau longgar, kain ini biasa dipakai untuk melayat agar yang meninggal tidak mengalami kesulitan menghadap yang kuasa

BATIK PARANG RUSAK BARONG [Batik Tulis]

Zat Warna      : Soga Alam

Kegunaan       : Sebagai kain panjang

Unsur Motif    : Parang, Mlinjon

Ciri Khas        : Kerokan

Filosofi            : Parang menggambarkan senjata, kekuasaan. Ksatria yang menggunakan batik ini bisa berlipat kekuatannya.

BATIK UDAN LIRIS

Zat Warna      : Soga Alam

Kegunaan       : Sebagai kain panjang

Unsur Motif    : Kombinasi Geometris dan Suluran

Ciri Khas        : Kerokan

Filosofi            : Artinya udan gerimis, lambang kesuburan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s